Nama Tanah, Salah Satu Identitas Masyarakat Adat

0
58

Abepura, 10/8/2013  JERAT PAPUA – Pada tanggal 09 Agustus , adalah Hari Masyarakat Adat Internasional. Dewan Adat Papua bersama Koalisi Masyarakat Sipil Papua melaksanakan perayaan hari Sabtu (10/08) di Gedung Sophie P3W Padang Bulan. Ini adalah pertama kalinya kegiatan perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional dilaksanakan antara DAP dan Koalisi Masyarakat Sipil Papua. “Setelah Dewan Adat Papua (DAP) mengalami satu posisi ‘diam’ untuk waktu yang cukup lama, dalam momen hari pribumi, kami memutuskan untuk melakukan kembali aktifitas-aktifitas kita dan kembali kepada mandat DAP yang sudah diputuskan dalam Deklarasi Masyarakat Adat Papua I dan II,” ucap Leonard Imbiri, Sektretaris DAP.

Sementara Victor Mambor dari Tabloid Jubi, justru mengingatkan para Masyarakat Adat Papua untuk pentingnya kembali menggunakan “nama tanah”. Menurut Victor, pengunaan nama tanah itu sangat penting untuk mempertegas jati diri sebagai orang Papua. “Nama tanah itu menunjukan jati diri, identitas agar orang kenal, anak-anak saya dari Wondama punya nama tanah,” ujarnya.

Dirinya tidak sebatas berkata saja tapi telah melakukan hal tersebut, hal ini terbukti dengan diberikan nama tanah bagi anak-anaknya.”Saya punya anak-anak yang hadir saat ini , mereka punya nama tanah, sehingga kalau mereka ditanya oleh orang dari Wondama, mereka bisa tahu dari mana anak-anak saya berasal. Bahkan orang di kampung bisa menunjukan kepada anak-anak saya tanah ulayat mereka” ujar Victor Mambor

Perayaan Hari Pribumi Internasional diikuti oleh puluhan pegiatan Sipol,Ekosob dan Lingkungan Hidup dengan thema: Masyarakat Adat Membangun Aliansi: “Menghormati Perjanjian, Kesepakatan dan Pengaturan Konstruktif lainnya. Hasil kerja sama Dewan Adat Papua, Yadupa, Jerat Papua, Tabloid JUBI, SKPKC Fransiskan, Elsham Papua, KPKC Sinode GKI di Tanah Papua. (WS)