Pemekaran Kampung Untuk Dekatkan Pelayan Pemerintah Ke Masyarakat

Dekai, – Ibu Kota Kabupaten Yahukimo saat ini terletak di Kota Dekai . Mempunyai karakteristik daerah berawa juga terdapat beberapa kali yang melintas di Kota Dekai . Beberapa kali tersebut adalah Kali Brazza, Kali Moruku dan lainnya. Menurut Jimmy Korompis,S.Sos bahwa dulu Dekai adalah sebuah kampung. “Dekai adalah kampung tua dan dimekarkan jadi 9 kampung. Kampung Dekai kini sering disebut orang-orang sebagai Sosial Matoa. Karena dulu terdapat sebuah pohon matoa tumbuh” ujar Djemmy Korompis,S.Sos saat ditemui Jerat Papua di Dekai Rabu (14/Juli/2016)

Dilanjutkannya bahwa saat itu dirinya ingat pada tahun 2005 dilakukan pemekaran Kampung Dekai menjadi 9 kampung yakni Kampung Massi, Kampung Kokamu, Kampung Sokamu, Kampung Keikye, Kampung Muara, Kampung Kwaserama, Kampung Kwari, Kampung Moruku, Kampung Kiripun. Kampung-kampung tersebut adalah kampung yang didiami oleh masyarakat adat Momuna. Sementara telah terjadi penambahan kampung lagi setelah dirinya tidak menjadi kepala distrik.

“Saat itu saya punya konsep bahwa daerah ini akan jadi pengembangan wilayah kota , sehingga dengan demikian pemekaran kampung akan mendekatkan akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat” tukas mantan Kepala Distrik Dekai. Selain itu bahwa dengan adanya pemekaran kampung maka akan ada alokasi dana untuk pembangunan bagi masyarakat di kampung yang dimekarkan tersebut. Dan disisi lain tentu saja pembangunan yang dilaksanakan di kampung-kampung dapat dinikmati oleh masyarakat adat Momuna.

Yunus Kubu Kepala Kampung Massi, Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. (Foto: Wirya/JERAT Papua)
Yunus Kubu Kepala Kampung Massi, Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. (Foto: Wirya/JERAT Papua)

Sementara itu ditempat terpisah , Yunus Kubu selaku Kepala Kampung Dekai membenarkan apa yang disampaikan Djemmy Korompis.S.Sos. “Memang benar bahwa kampung Dekai dimekarkan jadi 9 kampung pada tahun 2005. Namun sekarang terdapat 12 kampung yakni dengan tambahan Kampung Tomon I dan Tomon II yang terletak diseberang kali buatan jalan gunung” ujar Yunani Irainkya.

Dengan adanya pemekaran kampung saat ini masyarakat Adat Momuna di 9 kampung dalam Distrik Dekai mulai merasakan manfaat pembangunan seperti adanya sekolah dasar, pustu , listrik masuk kampung dan juga infrastruktur berupa jalan raya yang menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya. Contohnya di Kampung Massi telah berdiri SD sehingga anak-anak dikampung bisa mendapatkan pendidikan. “Kedepan kami berharap agar pemerintah dapat membangun ruas jalan dari Kampung Massi ke Kabitha. Supaya masyarakat kami disana juga mudah jika mau pergi ke kampung lain. Karena selama ini mereka harus menggunakan jalan setapak melalui hutan. Dan Kepala Dinas PU telah bertemu masyarakat Kampung Massi dan menghimbau jika program itu berjalan masyarakat jangan menghambat dengan lakukan pemalangan ” ujar Mazmur Omu.

(Wirya Supriyadi)