SOLPAP Organisir Pedagang Asli Papua di Waena

Jayapura,- Paska Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) ke – 1 Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) pada bulan Mei 2017 lalu, kini para pengurusnya mulai aktif melakukan konsolidasi.

Seperti disampaikan oleh Frengky Warwe selaku Ketua Solpap , senin (19/06/2017) bahwa pengurus Solpap mempunyai beberapa agenda utama yakni merapihkan hasil-hasil Mubes Ke 1 Solpap dan juga melakukan konsolidasi di pengurus dan kepada mama-mama pedagang asli Papua.

“Untuk hasil-hasil Mubes, kami akan tindak lanjuti dengan program kerja selama 3 tahun kedepan dan saat yang bersamaan kami melakukan konsolidasi kepada mama-mama pedagang asli Papua di kawasan Ekspo dan Perumnas III Waena” ujar Frengky.

Menurutnya hal ini penting karena pedagang asli Papua tidak hanya di pusat kota tapi juga dipinggiran kota, dan mereka yang meminta Solpap agar membantu memperjuangkan tempat yang representatif bagi mereka dalam berjualan.

Menurutnya respon mama-mama pedagang asli Papua sangat baik dengan kedatangan Solpap dan dalam diskusi yang dilakukan.

Seperti diketahui bahwa dari Dok 9,  pusat Kota Jayapura hingga kedaerah Ekspo , Perumas 3 dan Abepura, Tanah Hitam terdapat  ratusan pedagang asli Papua, namun mereka belum diorganisir dengan baik untuk mendapatkan hak-hak mereka.

“Memang kedepan kami berencana membangun konsolidasi dan pendataan pedagang yang ada di Dok 8 dan 9, karena mama-mama mereka sudah kontak kami” ujar Frengky Warwe.

Suasana Pertemuan Badan Pelaksana Solpap bersama mama-mama pedagang asli Papua di Perumnas III , Kota Jayapura (Foto: Frangky Warer/Solpap)

Sementara itu ditempat terpisah sekretaris Solpap, Natan Tebay menambahkan bahwa Solpap dengan motto Bersatu Bekerjasama Untuk Kemandirian tentu saja mempunyai pekerjaan besar bagi pemenuhan hak-hak pedagang asli Papua terutama pedagang mama-mama Papua.

“Kami terus selalu mencoba melakukan yang terbaik dalam kepengurusan ini, dan memang konsolidasi bagi badan pengurus dan mama-mama pedagang asli Papua menjadi penting” tegas Natan Tebay.

Ditambahkannya bahwa melalui dengan konsolidasi maka akan menguatkan satu sama lain dan juga berbagi peran dalam berjuang memenuhi hak-hak pedagang asli Papua terutama mama-mama Papua, bahkan beberapa kabupaten lainnya termasuk di Nabire, Biak dan  Sorong meminta agar Solpap membantu mengorganisir mama-mama pedagang asli Papua.

Beberapa waktu lalu Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) telah melaksanakan Mubes Ke – 1 pada tanggal 2-6 Mei 2017 lalu dan menetapkan Badan Pengurus Solpap periode 2017-2020  yang terdiri dari Ketua Frengky Warwe, Sekretaris Natan Tebay dan Bendahara Methi Ronsumbre serta menghasilkan beberapa rekomendasi baik internal maupun eksternal  yakni :

  1. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengatakan kepada Kementerian BUMN hanya mempunyai tugas untuk membangun pasar mama-mama Papua bukan untuk mengatur pedagang dan penempatan mama-mama pasar
  2. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk menegaskan kepada POKJA PAPUA, bahwa kelompok ini tidak mempunyai hak untuk mengatur Pasar mama-mama Papua
  3. Mendesak Pemerintah Provinsi Papua untuk melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota, Kementerian BUMN, SOLPAP harus duduk bersama untuk pengelolaan pasar
  4. Setiap pelatihan-pembinaan, dukungan bantuan modal usaha harus memperhatikan rekomendasi dari pengurus SOLPAP baik dari Mitra strategis SOLPAP, Pemerintah , BUMN
  5. Permasalahan tanah harus diselesaikan oleh pemerintah Provinsi dan Kota
  6. Membangun pemahaman bersama/konsolidasi mama-mama di tingkat kota dan kabupaten lainnya di seluruh tanah Papua dan Papua Barat
  7. Mendesak Pemerintah Kota agar mempertimbangkan jam operasi pasar di Paldam ketika Pasar mama-mama Papua aktif beroperasi
  8. Mendesak pemerintah provinsi Papua untuk menyediakan jalur pemasaran produk mama-mama harus disiapkan oleh Pemerintah sehingga produk asli masyarakat Papua bisa masuk pasar nasional dan internasional
  9. Mendesak pemerintah provinsi untuk membuat intruksi kepada pihak hotel di Jayapura harus WAJIB membeli bahan produk di pasar mama-mama Papua
  10. SOLPAP akan mengusut dana alokasi khusus melalui Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) karena sebagian besar mama-mama pedagang asli Papua belum mendapatkan dukungan modal usaha.

 (Wirya Supriyadi / JERAT Papua)