Papuan Voices Soroti Pengaruh Kebijakan EKPOL terhadap Masyarakat Adat Papua

JERATPAPUA.ORG – Jayapura, Pada tanggal 7-9 Agustus 2018 mendatang, Papuan Voices kembali menyelenggarakan Festival Film Papua (FFP) ke-II.

FFP II dilaksanakan di Kota Jayapura dengan tema “Masyarakat Adat Papua di Tengah Arus Modernisasi”.

Harun Rumbarar selaku ketua Panitia FFP II, menjelaskan bahwa pilihan tema sebagai bentuk respon manusia dan kebudayaan merupakan dua unsur yang tidak terpisahkan.

Manusia menciptakan kebudayaan untuk kembali membentuk manusia menjadi lebih manusiawi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Dalam hal ini, modernisasi sebagai transformasi kehidupan merupakan sebuah wacana besar tentang manusia dan kebudayaan” ujar Harun Rumbarar disela-sela jumpa pers di kantor JERAT Papua pada (17/05/2018)

Panitia FFP II, saat Konfrensi Pers : Bernard Koten, Harun Rumbarar, Yosep Levy, Arson Yesnat /foto:Wirya

Salah satu aspek penting sebagai pintu masuk “kampanye” wacana besar tersebut yakni kebijakan ekonomi politik. Negara – negara dunia ke 3 kemudian mengadopsi teori – teori pertumbuhan ekonomi, negara barat untuk diimplementasikan di wilayahnya.

”Tujuannya, terjadi perubahan sosial ekonomi diwilayah dunia ke 3 termasuk Indonesia yang pada akhirnya berdampak ke masyarakat adat, terutama masyarakat adat Papua “tegas Harun.

Bernard Koten, sekertaris panitia FFP II menambahkan bahwa terhadap situasi di Tanah Papua saat ini dan menjelaskan posisi masyarakat adat ditengah arus pembangunan dan investasi yang makin banyak masuk ke Tanah Papua.

“Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengkritisi realita di Papua, terkait implementasi teori medernisasi dan dampaknya terhadap masyarakat di Papua, teristimewa masyarakat adat Papua,” tukas Bernard Koten.

Papuan Voices sudah memproduksi beragaman jenis film dokumenter serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk melahirkan para filmmaker di Tanah Papua.

Saat ini Papuan Voices tersebar di 6 daerah di Tanah Papua, yakni: Biak, Jayapura, Keerom, Wamena, Merauke dan Sorong dan Raja Ampat (*)

Pewarta : Wirya. W
Editor : Ronald. M

BERITA LAINNYA :