Tag: Umum

Serui,- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang jatuh pada tanggal 26 Oktober. Tahun 2016 ini, Kabupaten Kepulauan Yapen dipercayakan oleh Badan Pekerja AM Sinode Tanah Papua sebagai tuan rumah.

Ibadah berlangsung di Lapangan Trikora Serui Kabupaten Kepulauan Yapen yang dihadiri oleh Ketua BP Am Sinode Tanah Papua, Para Mitra Gereja dari negara Belanda, Jerman dan PNG, Ketua-Ketua Klasis se-Tanah Papua, Bupati Kabupaten Waropen, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Pimpinan DPRD, Unsur Muspida, Kepala SKPD, Para Pimpinan Denominasi Gereja lainnya, Pengurus Harian Majelis Jemaat se-Klasis Yapen Selatan, dan seluruh warga GKI dan Umat Kristiani se-Kabupaten Kepulauan Yapen.

Perayaan HUT GKI dimulai dengan prosesi penjemputan obor GKI secara adat dan diwarnai oleh tari-tarian rabuna tifa mengiringi para Pimpinan GKI dari tingkat Sinode, Klasis dan Jemaat menuju panggung sebelum dimulainya pelaksanaan ibadah.

Ibadah dilanjutkan dengan penyampaian ucapan selamat HUT GKI ke 60 dari Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar dan dari Bupati Kabupaten Waropen, Jeremias Bisai, yang kemudian diikuti dengan penyampaian sambutan dari para mitra gereja dari negara tetangga, termasuk Sambutan Pemerintah Daerah yang disampaikan oleh  Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Frans Sanadi, B.Sc,S.Sos, MBA.

Perayaan HUT ke-60 GKI yang disemarakkan dengan berbagai kegiatan menyongsong, diantaranya lomba-lomba dan penyembahan paduan suara dan vokal grup.

Seperti dilansir www.bintangpapua.com, Ketua Sinode GKI Papua, Albert Yoku, S.Th mencanangkan seluruh kegiatan menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) di tanah Papua. Pencanangan dimulainya kegiataan perayaan HUT, berlangsung di gedung Gereja Immanuel Serui Kota, yang diawali ibadah  serta dihadiri pengurus Klasis Yapen Selatan, para pendeta, majelis dan warga jemaat GKI Klasis Yapen Selatan.

Ketua Sinode, Albert Yoku mengemukakan dirinya datang ke Kota Serui untuk membuka secara resmi berbagai rangkaian kegiatan yang digelar panitia dalam menyongsong peringatan HUT ke-60 GKI di Tanah Papua. “Saya sudah mencanangkan dimulainya kegiatan,” katanya kepada Bintang Papua ketika meninjau lokasi pembangunan tugu Monumen Kasih (Mokas) di Tanjung Abori Kampung Serui Laut, Rabu (14/9) siang kemarin.

Dipilihnya Kota Serui sebagai tuan rumah penyelelenggaraan HUT, diakui Yoku, Serui adalah kota Zending dan kota sejarah bagi perjalanan GKI dimana sekolah pendeta pertama berdiri di Kota Serui, yang kini telah melahirkan pemikir dan pejabat. “Kota Serui sebagai Kota Zending dan Kota Pendidikan di Papua,” katanya. Demi berlangsungnya perayaan HUT berjalan baik, dirinya meminta kebersihan Kota hatus terus di jaga dan ditingkatkan.

Sehingga para tamu-tamu yang akan datang bahkan yang sudah datang akan puas selama tinggal di Serui. Sehingga ia mengharapkan pemerintah melalui instansi teknis dan kerjasama masyarakat supaya menjaga dan meningkatkan kebersihan di masing-masing lingkungannya.

Seusai acara puncak, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen mengajak para tokoh GKI dan muspida untuk melakukan pemotongan kue ulang tahun GKI ke-60 di rumah jabatan Bupati sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan dalam mensyukuri pertambahan usia ke-60 yang dialami GKI di Tanah Papua.

Mark Imbiri

Read Full Article

Serui, 8/10/2016. Laga bigmatch bertajuk Derby Papua mempertemukan Perseru Serui dan Persipura Jayapura berlangsung sengit di stadion Marora Serui.

Tampil tampa sang kapten kedua tim, Boaz Salossa dan Arthur Bonay, tidak mengurangi semangat kedua tim  beradu taktik.

Sejak peluit dibunyikan wasit Bahrul Ulum, Perseru langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan tim tamu. Striker Perseru Osas Saha memberikan ancaman pertama lewat tendangannya, namun bola masih melenceng dari gawang Persipura yang dikawal kiper Yoo Jae Hoon.

Persipura juga tak tinggal diam, tendangan Ferinando Pahabol menyamping tipis di sisi gawang Perseru, begitu juga tendangan bebas Ian Louis Kabes, masih belum menemui target ke gawang yang dikawal kiper Sukasto Efendi.

Tim tuan rumah, Perseru sebenarnya memperoleh peluang emas untuk mencetak gol pada menit ke-28, setelah mendapatkan penalti lantaran Amadou Gakou dilanggar di kotak terlarang. 

Ribuan Masyarakat Pecinta Perseru dan Persipura Memadati Stadion Marora Serui (foto : Mark Imbiri)
Ribuan Masyarakat Pecinta Perseru dan Persipura Memadati Stadion Marora Serui (foto : Mark Imbiri)

Sayang, Osas yang menjadi eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Sepakan penaltinya berhasil digagalkan kiper Persipura Yoo Jae Hoon. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada pertemuan pertama di stadion Mandala Jayapura, hasil akhir saat itu 1-0 untuk Mutiara Hitam sukses menangi derby Papua putaran pertama, namun sayang di putaran ke dua, justru Perseru yang mampu menjaga trend #MaroraMasihAngker, dengan kemenangan di hadapan ribuan masyarakat Serui, Waropen, Mamberamo Raya dan tamu lainnya yang memadati stadion Marora.

Babak kedua, Perseru dan Persipura tetap menampilkan permainan menyerang. Pertandingan pun semakin berjalan sengit.

Hingga akhirnya, Perseru baru bisa mencetak gol ketika laga memasuki menit ke-85′. Melalui skema serangan balik, Osas mampu menuntaskannya menjadi gol. Skor pun berubah 1-0, untuk keunggulan tim tuan rumah.

Tertinggal satu gol, Persipura mencoba bangkit. Namun di sisa waktu yang ada, justru gawang tim Mutiara Hitam kembali kebobolan pada menit ke-88 lewat gol Paulus Hisage. Skor 2-0, bertahan hingga pertandingan berakhir.

(Mark Imbiri)

Read Full Article