Jayapura Terancam Krisis Air

0
432

Jayapura – Peringatan, 22 Maret, hari air sedunia terlewatkan begitu saja. Padahal, air juga separuh hidup setiap orang. Mirisnya lagi, sebagian daerah di Papua terancam krisis air. Semisal, Jayapura. Kedepan, kota julukan Hongkong di waktu malam ini terancam krisis air.

Hari Air sedunia yang ditetapkan setiap tahun pada tanggal 22 Maret diangkat sebagai sarana untuk memusatkan perhatian pada pentingnya air bersih dan advokasi untuk pengelolaan berkelanjutan sumber daya air tawar. Hari internasional untuk memperingati air bersih ini direkomendasikan pertama kali pada Konferensi PBB pada Tahun 1992 tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED). Majelis Umum PBB merespon dengan menetapkan tanggal 22 Maret 1993 sebagai Hari Air Dunia pertama.

Harusnya, tanggal 22 Maret diperingati warga Kota Jayapura secara khusus tapi juga Papua secara umum. Namun, tak ada peringatan berupa aksi atau seminar ilmiah soal air. Instansi pemerintah dan swasta yang selama ini bertanggung jawab mengelola air seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkesan tak mau ambil pusing. Hari air sedunia, 22 Maret, tiap tahun terkesan dianggap sepeleh. Tidak diperingati. Tanggal 22 Maret 2013 tahun ini juga mengalami hal serupa seperti sebelumnya. Semua orang khsusnya yang diam di Jayapura, terkesan malas tahu dengan air. PDAM pun demikian.

Padahal, air di Jayapura sementara kritis dan terancam krisis air. Tahun 2011 lalu, Perusahaan Daerah Air Minum Jayapura pernah memperidiksikan pada tahun 2015 mendatang, Kota dan Kabupaten Jayapura akan mengalami krisis air bersih. Seperti dikabarkan surat kabar online Tempo.co, Selasa, 24 Mei 2011, PDAM Jayapura memprediksi pada tahun 2015, Kota dan Kabupaten Jayapura akan mengalami krisis air bersih. Direktur PDAM Jayapura, Gading Butar-Butar, mengatakan krisis air ini dapat terjadi jika masyarakat Jayapura masih sering menebang pohon secara sembarangan di sumber mata air satu-satunya bagi warga setempat di sekitar cagar alam Pegunungan Cyclop di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Saat ini, banyak daerah resapan air yang sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Apalagi di daerah tersebut permukiman penduduk terus bertambah,” ujar Gading. PDAM Jayapura mencatat pada tahun 1990-an debit air di Kota dan Kabupaten Jayapura mencapai 1.350 liter/detik, sedangkan di tahun 2000-an debit air hanya mencapai 720 liter/detik. “Penurunan debit air ini juga karena perubahan iklim, juga akibat bertambahnya penduduk,” ujarnya lagi. Untuk mengantisipasi hal ini, ke depan PDAM akan menjadikan air Danau Sentani yang berada di Kabupaten Jayapura sebagai pasokan air alternatif. “Air danau ini sudah melewati kajian dari beberapa tahun yang lalu dan air tersebut layak untuk dikonsumsi jika diolah dengan baik,” jelasnya.

Gading Butar-Butar juga mengaku, di pinggiran Danau Sentani sekitar daerah Jembatan Dua–Kabupaten Jayapura memiliki kandungan logam yang sangat tinggi. Namun, jika sampai pada kedalaman 300 meter, kandungan logam tersebut sudah tidak ada lagi. “Akan kita pasang pipa-pipa air ini dengan kedalaman lebih dari 300 meter agar lebih aman, jika Danau Sentani akan dijadikan alternatif air bersih untuk warga setempat,” kata dia. Sudah ada kegelisahan yang timbul dari PDAM. Perusahaan yang bertanggung jawab untuk air ini tak pernah mensosialisasikan prediksinya kepada warga. Padahal, persoalan itu sudah ada di depan mata tetapi masyarakat tidak mengetahui karena kurang bahkan sama sekali tak mendapat informasi.

Saat ini, dimana-mana debit air di kota ini terus menurun drastis. Karena, sudah tidak ada lagi daerah resapan air. Ketua Wirya Karya Provinsi Papua, Denny Patty mengatakan krisis air sementara ini mengincar Jayapura. Jika tak ada perhatian penuh terhadap air, maka krisis air bakal menerpa Kota ini. Karena, saat ini, terjadi penurunan debit air yang sangat tajam di mana-mana. Hal itu terjadi karena sudah tidak ada lagi daerah resapan air. Hutan juga sudah tak ada. Jayapura diprediksi, 10-20 tahun kedepan sudah tidak ada air. “Saya pikir sudah saatnya masalah ini harus menjadi perhatian,” tuturnya. Denny menyarankan, pemerintah dalam hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Kehutanan, dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) diharap bertanggung jawab. Tidak terlepas dari itu, masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi. Karena, akibat dari penurunan debit air juga disebabkan perambaan hutan oleh masyarakat. Daerah-daerah konservasi berubah menjadi daerah pemukiman penduduk.

“Ini juga menjadi salah satu akibat terjadi penurunan debit air,” kata Denny lagi. Saran lain dari Denny, untuk menanggulangi kekurangan krisis air, perlu kerja sama antara Dinas Kehutanan, BLH dan PDAM. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang merupakan tempat penampungan air, harus direlokasikan atau dipindahkan. Selanjutnya, untuk BLH, sesuai dengan kebijakan walikota Jayapura yakni pencangan penanaman pohon, diharap untuk diikuti dan dilaksanakan dengan baik. BLH perlu menggerakan kembali gerakan penanaman pohon. Bila perlu mendatangkan bibit-bibit pohon yang sebanyak-banyak untuk ditanam. Jika tindakan itu sudah dilakukan maka masyarakat harus diberi tanggung jawab untuk menjaga. Sudah saatnya masalah air menjadi kegelisahan bersama. Tapi, lebih khusus lagi bagi pengambil kebijakan dan pengelola air dalam hal ini PDAM Jayapura.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura periode 2009-2014 harus terus menerus melakukan hearing dengan PDAM untuk menyikapi kasus ini. Namun, hampir masa jabatan dewan penyambung lidah rakyat di Kota Jayapura ini selama duduk di kursi empuk, tak terlalu ambil pusing soal air. Tak ada kemauan sendiri untuk meninjau wilayah-wilayah penampung air. Buktinya, selama menjabat lima tahun, baru sekali menggelar hearing dengan pihak PDAM pada 2011. Pertemuan itupun dilakukan berdasarkan tinjauan lapangan atas desakan warga kepada Dewan kala itu. Sebagaimana diberitakan surat kabar harian Cenderawasih Pos edisi Kamis, 9 Juni 2011 menyatakan, untuk menindaklanjuti hasil tinjauan lapangan yang dilakukan Komisi B DPRD Kota Jayapura di sumber air bersih di daerah Entrop berdasarkan keluhan masyarakat terhadap minimnya pasokan air bersih saat musim kemarau, Komisi B DPRD Kota Jayapura mengundang pihak terkait untuk membahas masalah ini di ruang rapat Komisi B DPRD Kota Jayapura, Rabu, 8 Juni 2011.

Pihak-pihak yang diundang Komisi B Kota Jayapura saat itu untuk membahas masalah air yaitu, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Jayapura, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Jayapura, PDAM Jayapura dan PT. Indah Alam Qualala.
Usai pertemuan, anggota Komisi B DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman mengatakan, rapat digelar untuk membahas masalah air bersih termasuk pemanfaatan air bersih untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Jayapura. Namun hal yang terpenting dalam pembahasan itu adalah keluhan warga soal minimnya pasokan air bersih saat musim kemarau sejak beroperasinya PT. Indah Alam Qualala.

“Jadi dalam pertemuan tadi, PDAM menyarankan agar PT. Indah Alam Qualala membuka bak penampungan air pada saat musim kemarau, sehingga warga yang menjadi pelanggan PDAM bisa mendapat pasokan air bersih,” ungkap Yuli Rahman. Terkait hal itu, pihak PT. Indah Alam Qualala menurut Yuli Rahman menerima dengan baik dan bersedia memberikan atau membuka bak penampungan pada musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan mendukung dan tidak melakukan penebangan pohon di sekitar sumber air. Sebaliknya, diharapkan menanam pohon. PT. Indah Alam Qualala yang diwakili oleh Andi menuturkan, debit air yang mereka miliki pada saat musim kemarau juga tidak terlalu besar.

Namun untuk kepentingan masyarakat, pihaknya siap membuka bak penampuangan air untuk membantu pasokan air bersih kepada masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM. Kesepakatan itu dilakukan. Tapi apakah hanya sebatas itu, masyarakat mengeluhkan air hanya untuk kebutuhan makan minum saja. Tidak demikian, ada fungsi dan manfaat lain dari air yang juga harus disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura kepada masyarakat, selain PDAM. Dewan harus mengundang Dinkes Kota Jayapura untuk menyampaikan itu dalam sebuah pertemuan resmi tapi juga melalui sosialisasi. Sebab, selama ini masyarakat beranggapan air hanya digunakan untuk mandi, masak dan diminum. Mungkin ada sebagian masyarakat sudah tahu tapi tidak banyak. Hanya segelintir orang.

Manfaat Air
Bila minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan, termasuk: Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik. Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya metabolisme. setiap orang akan mampu bekerja lebih keras/berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat bekerja.

Rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu anda mengalami dehidrasi (kekurangan air) mungkin merasa ingin makan padahal yang di butuhkan sebenarnya adalah air. Tapi juga dapat memanfaatkan efek rasa kenyang dari minum air untuk mencegah makan berlebihan. Para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula menghindari sembelit. Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila dehidrasi (kekurangan air) karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk.

Dengan minum banyak air membantu kulit tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah. Menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan. Udara panas dapat menyebabkan dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan dan satu gelas tiap jam perjalanan.
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala, jadi bila sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup.

Sebenarnya fungsi utama dari air adalah membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh. Selanjutnya, katalisator dalam metabolisme tubuh, pelumas bagi sendi-sendi, menstabilkan suhu tubuh, dan meredam benturan bagi organ vital. Dengan menggunakan air secukupnya khususnya minum, tubuh manusia akan selalu segar dan kesehatan tetap terjaga. Air putih merupakan minuman yang paling baik dan menyehatkan tubuh. Tapi kenyataannya, banyak orang yang menggap remeh air putih. Banyak yang lebih memilih air minum berasa yang dijual di pasaran. Semoga air di Jayapura dan Papua diperhatikan. (M-JERAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here