Abraham Samad : Masyarakat Harus Jelih Memilih pada Pemilu 2014

0
124

Indonesia di tahun 2013 menjadi bangsa yang heboh dengan kasus korupsi yang kian menggila. Seakan korupsi adalah budaya yang diwariskan oleh gerakan demokrasi di tahun 1996 hingga 1998 lalu. Kekuasan Partai Politik yang disalah gunakan membuat kerugian negara Triliunan Rupiah. Banyangkan saja kasus Bank Century dan lain sebagainya berkisar 7,4 Triliun.

 Korupsi merupakan tindakan yang SANGAT MEMALUKAN. Korupsi merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan juga korupsi merupakan tindakan yang di Larang oleh Agama. Dalam pemberantasan korupsi, memang tidak semudah yang di bayangkan. Namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, seperti saran dari ketua KPK, seperti yang dilansir oleh jpnn.com.

Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Abraham Samad mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih pemimpin dalam Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya ada tiga kriteria pemimpin yang bisa dijadikan acuan.

“Mencari pemimpin itu tidak perlu repot-repot, yang penting tiga syarat yaitu harus bersih, sederhana, dan berani. Kalau Indonesia mau bersih, pemimpinnya harus bersih dulu. Enggak perlu pinter lah, tiga itu saja sudah cukup,” ujar Abraham usai menghadiri acara penandatanganan keputusan bersama anti korupsi di Gedung Kementerian Kominfo, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin lalu.

Karenanya, dia berharap agar masyarakat memilih orang yang tepat untuk dijadikan pemimpin, yang tentunya bersih dari korupsi. “Kita berharap pada masyarakat menjelang pemilu agar memilih partai-partai yang bersih, memilih anggota legislatif sampai tingkat daerah yang bersih,” pesannya.

Saat ditanya siapa pemimpin yang dia maksud, Samad katakan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin pintar dalam menilai seorang pemimpin.

“Saya pikir masyarakat Indoesia sudah semakin cerdas. Peran kita sebagai masyarakat sipil termasuk media untuk memberi pencerahan, pencerdasan kepada masyarakat Indonesia, agar bisa memilih orang-orang yang berkompeten dan bersih,” tukasnya.

Di Papua, kita telah meraskannya terlalu banyak akibat dari kasus korupsi. Hal itu kian memburukan situasi kehidupan masyarakat di Papua. Kurangnya kesejahteraan membuat banyak dari kita meminta MERDEKA / melepas diri dari Negara Kesatuan Repulik Indonesia.

Masalah korupsi menjadi tanggung jawab kita bersama, oleh karenanya kita harus jelih dalam memilih pemimpin di pesta demokrasi 2014 mendatang. Pemilihan Umum (PEMILU) 2014, diharapkan menjadi tahun kebangkitan bagi Papua untuk memberantas Korupsi. Tidak gampang memang untuk memberantasnya, namun dengan cara yang sederhana dari diri dan keluarga kita sekiranya dapat mewujudkan hal itu.( Imbiri)