Festival Teluk Humboldt “Unggulan Budaya Port Numbay yang Harus Dijaga”

0
218

 

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Papua, Drs. Elia I. Loupatty, MM didampingi Forkopimda Kota Jayapura ketika memukul perahu sebagai tanda dibukanya penyelenggaraan Festival Humboltd ke VI, Tahun 2014 di pesisir Pantai Hamadi, Selasa (5/8). /Sumber Foto : Cenderawasi Pos
Drs. Elia I. Loupatty, MM ketika memukul perahu sebagai tanda dibukanya penyelenggaraan Festival Humboltd ke VI, Tahun 2014 di pesisir Pantai Hamadi, Selasa (5/8). Sumber Foto : Cenderawasih Pos/edisi 6/8/2014

Jayapura, Festival Teluk Humboldt (FTH) yang digelar oleh Pemerintah Kota Jayapura di bibir pantai wisata Hamadi, merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan Papua sehingga perlu dipublikasikan lebih luas.

“Festival Teluk Humboldt sudah menjadi agenda wisata nasional dan menjadi salah satu pariwisata unggulan yang unik,” kata Asisten II Setda Papua Ellia Loupatty, ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, pada pembukaan festival tersebut, di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Selasa (5/8/2014).

Festival Teluk Humboldt diharap mampu menjaga kelestarian budaya Port Numbay. Festival ini merupakan ajang pengekspresian karya seni dan budaya tradisional serta pameran kuliner yang bahan bakunya bahan lokal yang berasal dari kampung-kampung di Teluk Humboldt.

”Kami berharap kuliner lokal ini bisa dijajal oleh hotel dan restoran di Kota Jayapura serta tari pergaulan masyarakat Tabi serta pameran kerajinan rakyat yang diharapkan mampu mengangkat ekonomi kreatif dari masyarakat Port Numbay secara khusus dan Papua pada umumnya,”ungkap Gubernur saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Festival Teluk Humboldt Ke VI tahun 2014 di pesisir pantai Hamadi.

Menurut gubernur , karya seni dan budaya yang ditampilkan ini akan menambah khasana budaya nasional sekaligus mempromosikan produk wisata Kota Jayapura dan Papua.”Hal ini harus dilakukan guna mewujudkan Kota Jayapura sebagai daerah destinasi wisata dan saya harap apa yang dicapai oleh Kota Jayapura menjadi barometer bagi kabupaten lain di Provinsi Papua,”imbuhnya.

Dikatakan,  selain menampilkan seni dan budaya festival ini menampilkan keindahan panorama pantai wisata Hamadi sebagai objek wisata alam yang mempesona.”Mengingat Festival Teluk Humboltd ini merupakan event yang mengangkat budaya Papua bahkan Indonesia sehingga kedepannya harus ada koordinasi sehingga beberapa event festival di Papua seperti Festival Baliem, Festival Danau Sentani dan Festival lain yang tengah digalakan di kabupaten lain dapat dilakukan secara bersama-sama dan terintegrasi sehingga menarik minat wisatawan lokal mupun mancanegara,”katanya.

 

foto : TOSHI KENZO MDP
foto : TOSHI KENZO MDP

Senada dengan itu, Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM menuturkan, Pemkot Jayapura siap mendukung program Gubernur Papua untuk meningkatkan Papua sebagai daerah tujuan wisata.”Kami di Kota Jayapura siap mendukung  program tersebut, kami setuju program tersebut dibuat satu paket sehingga wisatawan datang ke Papua untuk mengikuti Festival Humboltd, Festival Danau Sentani, Festival Lembah Baliem dan lainnya,”tuturnya.

Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano mengatakan FTH tahun ini mengusung tema “Love Culture and Green” di mana kegiatan itu merupakan pesta rakyat Port Numbay yang digelar tiap awal Agustus. “Festival Teluk Humboldt merupakan bagian upaya mendukung program Gubernur Lukas Enembe untuk menjadikan Papua sebagai salah satu tujuan wisata di timur Indonesia,” katanya.

Mengenai masukan agar pelaksanaan FTH disinkronkan dan dikoordinasikan dengan pelaksanaan festival lainnya di Papua, Benhur menyatakan kalau hal itu tetap akan dilakukan. “Ke depan memang kita di Ibu Kota Provinsi Papua akan membuat satu kalender yang terkoneksi dengan semua agenda festival di daerah-daerah, agar bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan lokal dan mancanegara, supaya kalau sekali mereka datang tidak bolak balik, ini juga penting,” katanya.

Lanjut Wali Kota Tommy Mano seusai dari pelaksanaan festival yang digelar selama tiga hari ini pihaknya bakal menggelar evaluasi yang acuan untuk penyelenggaraan festival kedepan mengingat festival ini dari tahun ke tahun diharapkan dapat meningkat.”Terkait dengan sosialisasi festival ini yang belum berjalan dengan baik saya minta kedepan dinas pariwisata harus lebih bijak lagi dalam hal mengekspos baik di media cetak maupun elektronik kalau boleh kita libatkan wartawan juga dalam penyelenggaraan festival ini,”lanjut Wali Kota pertama asli Port Numbay ini.

Makus Imbiri/berbagai Sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here