Pemuda Papua Ujuk Seni dalam Festival Anak Bangsa “GEMAPI”

0
102
1417149266503213283
Tim Musik Yospan (foto. Viktor)

Jayapura 27/11-2014. Kota Jayapura sore kemarin memberikan suasana berbeda dari biasanya. Ratusan muda-mudi datang berbondong-bondong untuk berunjuk seni dalam Festival Anak Bangsa (FAB) 2014 di gedung Gelanggang Olah Raga (GOR) Waringin, Kota Raja. FAB ini diaksanakan oleh Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI). Bertemakan ‘Unity In Diversity, Rise Up Papuan Youth’  yang sedianya berlangsung dari tanggal 27-30 november 2014.

FAB yang diselenggarakan oleh GEMAPI ini, melombahkan sejumlah karya seni seperti Lomba tarian Yospan, Lomba Band, Lomba Rap, Battle Rap, Lomba Dance, dan Battle Dance sebagai ajang unjuk kreativitas dan karya seni para pemuda-pemudi yang ada di Papua.

Habelino Sawaki, selaku ketua umum GEMAPI sangat mengapresiasi kerja kadernya sehingga FAB dapat berlangsung hari ini. Habelino mengatakan ” Pemuda hari ini dalam protret yang kurang terurus, banyak anak muda mengunjuk kebolehan talenta mereka di jalan-jalan dan selalu berujung pada hal negatif, nah dari situlah GEMAPI menggagas untuk melakukan hal positif, dalam hal ini komptesi seperti FAB, sehingga anak muda yang Rap dijalan, Battle Dance dijalan yang selalu cacimaki, perkelahian antar sesama dapat di ramu dalam sebuah kompetisi yang baik, supaya pemuda-pemudi ini memahami dan menghargai karya seni mereka dan dilakukan untuk apa, tentunya untuk hal baik pula “. paparnya.

1417149173320861902
Salah satu Grup Seni sedang unjuk kebolehan mengkreasi Tarian Yospan (foto.Viktor)

Ditempat yang sama Ketua Panitia pelaksana Ralf Revasi menuturkan ” FAB adalah program kerja GEMAPI yang dilaksanakan setiap tahunnya. FAB yang dilakukan hari ini,  tidak hanya pada situasi kekenian atau moderen dari pada genre musik, namun FAB juga menjaga Budaya Papua dalam hal ini tarian pergaulan Yosim Pancar (Yospan), ini sangat penting sekali” tegas ralf.

Tidak hanya itu, Ralf juga memandang bahwa FAB diadakan untuk membantu pemeritah, “selama ini banyak anak muda yang terjerumus kedalam dunia sex bebas, sangat disayangkan kondisi ini terjadi terus menerus dan menyebabkan angka HIV/AIDS kian meningkat. Oleh karena itu GEMAPI merasa perlu untuk membantu Pemerintah untuk mengatasi hal ini, nah…hal ini terjadi karena apa ? ya…karena pemuda-pemudi rap dijalan, battle rap dengan cacimaki, dan battle dance dengan berunjung pertengkaran, pesta minuman keras (miras) dan juga sex bebas. Oleh karena itu, mari kita buat lombanya dengan baik, teratur dan juga menghadirkan juri yang kompeten untuk memberi nilai, arahan, nasehat sehingga mereka dapat bertumbuh dijalur yang baik pula ” ungkapnya.

10394091_1514560655460069_1893940381212892476_nSalah seorang peserta yospan yakni Yoplan Wambloi mengatakan kegembiaraannya bisa beradu tari di FAB, Yop saapaan akrapnya mengatakan “kami datang bukan untuk cari juara semata, kami datang untuk membuktikan pada semua teman-teman pemuda, untuk mari kita lestarikan budaya Papua ini. Saya sangat terharu bisa Yospan hari ini, diantara teman yang lain lagi heboh dengan Rap, HipHop dan lain-lain sebagainya, namun itulah zaman sekarang. Namun dengan adanya FAB ini, kami bisa mengunjuk kebolehan masing-masing, saya bisa tau tentang dunia mereka yaitu Rap, Dancer, HipHop, mereka juga bisa tau tentang Yospan, saling tukarlah. Harapannya, semoga pemerintah, organisasi muda dapat mencontohi semangat GEMAPI hari ini, untuk mengadakan iven terus menerus, agar bakat seni anak muda semakin maju” harapnya.

Sejumlah karya seni seperti lomba tarian Yospan, lomba Band, lomba Rap, Battle Rap, lomba Dance, dan Battle Dance, dimulai dari sore hari hingga larut malam, tentu mendapat respon dari masyarakat yang memadati GOR Waringan. Ibu Uswa misalnya, saat diwawancarai ia mengatakan “sangat bangga dengan FAB yang dilaksanakan GEMAPI, namun tentunya sebagai masyarakat dan juga orang tua meresa penting untuk memberikan masukan, diantaranya kedepannya dapat diramu dengan baik, agar anak-anak usia sekolah dapat lomba tepat waktu. Kasihan anak saya, masih SMP, besok harus sekolah pagi, lombanya jam 12 malam. Namun sekali lagi saya tegaskan, ini masukan, selebihnya saya ucapkan terimakasih kepada GEMAPI, anak kami bisa mengunjuk kebolehan pada Festival ini, dilakukan terus ya” tuturnya sambil tersenyum.

Markus Imbiri/Jerat Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here