JERAT Papua gelar pelatihan pemetaan partisipatif di Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen.

0
44

Jayapura, JERAT Papua-Seperti kita ketahui bahwa nilai sebuah peta wilayah adat tidak semata-mata didasari oleh aspek teknis saja, melainkan juga aspek sosial dalam sebuah komunitas. Oleh karena itu keterlibatan aktif kelompok Masyarakat Adat untuk memetakan wilayahnya justru akan memberikan nilai atau kebermaknaan suatu produk peta wilayah adat. Sehubungan dengan hal ini, JERAT Papua merasa perlu melatih Masyarakat Adat di Kepulauan Yapen dalam memetakan batas-batas wilayah adatnya.

Pelatihan Pemetaan Partifipatif Wilayah Adat di Kabupaten Kepulauan Yapen dilakukan pada 27 Februari – 06 Maret 2019 lalu bertempat di 3 kampung yaitu Kampung Waindu, Kampung Barawai dan Kampung Woda. Ketiga kampung tersebut terletak di Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen. Pelatihan diikuti 60 orang, 13 perempuan dan 43 laki-laki.

Seorang peserta sedang menggambarkan sketsa kampung mereka. (Foto : Dok JERAT Papua)

Pelatihan difasilitasi oleh Yoram Dwaa, Koordinator Bidang Pemetaan JERAT Papua. Proses pelatihan diawali dengan pre test untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami pemetaan.Para peserta mendapatkan materi tentang:

  1. Memahami tong pu papua (pengantar sosioantropologis untuk memahami suku2 papua dan ruang ekologisnya)
  2. Pengertian pemetaan partisipatif, manfaat dan tujuan peta.
  3. Jenis2 peta dan unsur peta.
  4. Menggambar sketsa wilayah adat.
  5. Pengenalan alat pemetaan (GPS dan aplikasi android Avanza Map)
  6. Praktek pengambilan kordinat.Pengolahan data peta.
Peserta sedang menyimak penyampaian materi dari Yoram Dwaa selaku fasilitator.(Foto : Dok JERAT Papua )

Dengan Avenza Maps dipadu dengan GPS mobile, seperti membaca koordinat posisi, goto koordinat input, tracking GPS, menghitung panjang garis, menghitung luas polygon, menambahkan foto ber-geotag (foto yg diambil saat GPS aktif) dan sebagainya

Pelatihan diakhiri dengan post test untuk melihat progress dari pelatihan. Dan progress secara umum adalah seluruh peserta mendapatkan pengetahuan & keterampilan baru, yang nantinya dengan pendampinan dari JERAT Papua diharapkan mampu menghasilkan draft peta wilayah adat suku-suku.

Diharapkan dengan adanya pelatihan yang digelar JERAT Papua ini, dapat menjadi salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan/konflik yang sering terjadi, khususnya masalah/konflik internal Masyarakat Adat berkaitan dengan batas wilayah suku. (fym/JERAT Papua) (Editor: Wirya Supriyadi)