Tol Laut, Peluang Ekonomi Masyarakat Adat Pesisir Tanah Merah

0
41
Masyarakat adat Tanah Merah Depapre saat menampilkan Tarian Penyambutan Kapal Tol Laut Nusantara 2 di Pelabuhah Peti Kemas depapre (foto ; Nesta Makuba)

 JAYAPURA, JERAT PAPUA – Tokoh Masyarakat adat   Kabupaten Jayapura  Ondoafi Necheibe Gustaf Toto menyambut baik adanya Tol laut yang di Lauunching Rabu, 27 Januari 2021 oleh Kementrian Perhubungan dan Bupati Jayapura di Pelabuhan Peti Kemas Depapre, merupakan Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat Adat di Wilayah Pesisir Tanah Merah Depapre.

“ Masyarakat adat di sini harus rasakan manfaat barang ini, ini untuk kesejahteraan kita bersama, karena sebuah peluang jangan kase tinggal begitu kita harus terima “ ajak Gustaf Toto Tokoh Adat Kabupaten Jayapura di Depapre Rabu, 27 Januari 2021

Dirinya beralasan dengan adanya Pelabuhan yang lebih mengutakan pelayanan Perekonomian masyarakat , maka sudah pasti semua peluang masayarakat untuk berkembang di bidang ekonomi sudah pasti ada , apa Lagi dengan Subsidi Pemerintah yang cukup besar bagi pengembangan Tol laut ini “ Pemerintah sudah sediakan kita barang inii dengan uang yang banyak, Kita harus hargai ini , kedepan kita bisa hidup dan terus Maju “ Katanya.

Sehingga dirinya mengajak seluruh masyarakat yang berada di pesisir Tanah Merah , Depapre, Ormu, dan Demta untuk serius agar ada investasi jangka panjang bagi anak cucu dalam membangun ekonomi Produktif di sini “ imbuhnya.

Staf Ahli Kementerian Perhubungam Republik Indonesia Kuntadi mengaharapkan dengan beroperasinya Kapal Tol Laut di Pelabuhan Peti Kemas Depapre Kabupaten Jayapura mampu menjawab perputaran barang Ekonomis dari dan kelar Kabupaten Jayapura .

Hal itu di sampainkan Kuntadi saat menghadiri Soft Launching Layanan Perdana Tol Laut Trayek T-19 dan Operasional Pelabuhan Laut Depapre oleh Kementrian Perhubungan RI dan Bupati Jayapura ,  setelah mendatangkan kapal Tol Laut pihaknya bersama Pemerintah daerah telah menyediakan dermaga tadinya tol laut yang hanya melayani wlayah Jawa, Sumatra dan sulawesi , dan Papa tetapi saat  ini fokus pembangunan T-19 dari Papua ke papua atau dari tempat yang surplus ke tempat yang mines “ dimana di Merauke mereka punya surplus beras , sedangkan di Jayapura  devisit beras sehingga dari pada mereka kirim ke Jawa kemudian di kirim kembaali ke sini dua kali kerja, kenapa terjadi karena disini belum ada dermaga sehingga dengan adanya dermaga ini beras dari merauke langsung ke sini “ Jayapura” “ ujarnya Rabu, 27 Januari 2021 (nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here