STRATEGI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI SMP NEGERI 7 JAYAPURA PROVINSI PAPUA

0
49
Anna J. Y. Felle (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih), foto : ana/jeratpapua.org
Anna J. Y. Felle (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih), foto : ana/jeratpapua.org

(Oleh : Anna J. Y. Felle, S.Pd)

Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih)

PENDAHULUAN

Peristiwa digitalisasi dalam pendidikan sangat pesat, hal tersebut ditandai dengan diubahnya sistem Ujian Nasional berbasis kertas menjadi sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan pengolahan nilai untuk raport peserta didik menjadi sistem e-raport. Seleksi masuk perguruan tinggi dari tes berbasis kertas diubah menjadi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Bahkan banyak sekolah yang memiliki aplikasi pembelajarannya masing-masing, tanpa terikat kepada pemerintah atau pihak swasta. Hal tersebut terjadi karena penyesuaian sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Selain itu digitalisasi dalam pendidikan juga berhubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran. Adapun peningkatan kualitas dalam artian membuat pembelajaran berorientasi pada pembelajar (Munir, 2017). Sehingga pada hakikatnya dengan menggunakan teknologi digital dalam Pendidikan, untuk membuat proses pembelajaran lebih mudah bagi pembelajar dalam hal ini adalah peserta didik. Membuat peserta didik dapat menerima bahan ajar lebih mudah dan membuat mereka lebih aktif untuk mengakses sumber pembelajaran secara mandiri, merupakan manfaat dari digitalisasi dalam proses pembelajaran. Selain itu dialihkannya sistem tes berbasis kertas menjadi tes berbasis digital (komputer, internet) dapat memudahkan proses assesmen dan membuat hal tersebut lebih efektif

SMP Negeri 7 Jayapura sebagai SMP Model dan Pengerak di Kota Jayapura sudah melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan pengolahan nilai untuk raport peserta didik menjadi sistem e-raport. Sekolah ini sudah memiliki jaringan internet melalui kemitraan antara sekolah dengan alumni. Selain itu, sekolahini juga sudah memiliki Lab Komputer dalam menunjang pembelajaran berbasis digital. Namun, perlu diakui bahwa ada bebarapa factor yang menjadi kelemahan penerapan pembelajaran berbasis digital adalah masih kurangnya fasilitas penunjang pembelajaran digital di sekolah seperti kompter, LCD, tenaga LAB yang bersertifikasi.

Selain itu, media digtal dalam pembelajaran  sangat penting karena dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar (membaca, mengamati, mencoba, mengerjakan soal, menjawab pertanyaan, dan lain-lain). Berdasarkan pernyataan kepala sekolah, dalam proses pembelajaran, sekolah belum sepenuhnya menggunakan media-media pembelajaran berbasis digital karena sebagian siswa tidak memiliki smartphone. Perlu diakui bahwa masih kurangnya perhatian dan peran orang tua dalam memfasilitasi dan mendukung anak dalam pembelajaran berbasis digital. Salah satu media yang menarik untuk digunakan sebagai pendukung proses pembelajaran saat ini adalah smartphone. Indonesia termasuk Negara yang memiliki pengguna smartphone atau telepon selular terbanyak di dunia. Berdasarkan survey Badan Pusat Statistik persentase penduduk yang menggunakan telepon selular terus mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2019 mencapai 59,59 persen.

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mendalam tentang factor internal dan factor eksternal pembelajaran berbasis karakter. Selanjutnya dapat mengembangkan startegi peningkatan mutu pendidikan dengan penerapan pembelajaran berbasis karakter. Adapun pendekatan yang penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.  Data ini diperoleh dari para informan antara lain pengawas sekolah, Kepala seklah, wakil kepala sekolah, Kepala tata usaha, Komite sekolah dan pengurus alumni. Selanjutnya berdasarkan factor internal (kekuatan dan kelemahan) dan factor eksternal (peluang dan ancaman). Para informan akan memberikan bobot antara lain (5) Sangat Penting Sekali, (4) Sangat Penting, (3) Penting, (2) Kurang Penting dan (1) Tidak Penting. Setelah itu, diberikan Rating yaitu (4) Sangat Kuat, (3) Kuat, (2) Kurang Kuat  dan (1) Tidak Kuat.

PEMBAHASAN

Faktor Eksternal Dan Faktor Internal Yang Mempengaruhi Pembelajaran Berbasis Karakter Di SMP Negeri 2 Jayapura Provinsi Papua

  1. Peluang/Opportunity (Faktor Eksternal)

SMP Negeri 7 Jayapura sebagai sekolah model dan penggerak di Kota Jayapura wajib menerapkan pembelajaran berbasis digital sesuai dengan arah pengembangan pendidikan nasional. berdasarkan pernyataan Pengawas Sekolah, Kepala sekolah, Kepala Tata Usaha, Ketua Komite dan Ketua alumni dalam pengembangan pendidikan berbasis digital terdapat lima peluang yang dapat dipakai untuk mendukung pengembangan pembelajaran digital. Berdasarkan hasil pembobotan (sangat penting) dan rating (berpengaruh sangat kuat) dalam pembelajaran berbasis digital antara lain  (1) Sejalan dengan era revolusi pendidikan berbasis digital 4.0; (1) Tingginya dukungan alumni dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital: (3) Adanya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan pembelajaran berbasis digital; (4) Tingginya dukungan mitra kerja (pemerintah kampung dan swasta); (5) Memiliki komite sekolah yang selalu mendukung kegiatan pembelajaran.

2. Threat /Ancaman (Faktor Eksternal)

Penerapan pembelajaran berbasis digital sangat penting dan urgen untuk diterapkan oleh SMP Negeri 7 Jayapura karena hal ini sejalan dengan arah pengembangan pendidikan nasional yang berkualitas era revolusi pendidikan 4.0. perkembangan system pendidikan memaksa setiap siswa suka maupun tidak suka harus menguasai teknologi informasi berbasis digital. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan pengolahan nilai untuk raport peserta didik menjadi sistem e-raport. Seleksi masuk perguruan tinggi dari tes berbasis kertas diubah menjadi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dlain sebagainya.  Berdasarkan hasil pembobotan kelemahan yang sangat penting diperhatikan  dan kelemahan yang saat ini sangat kuat pengaruhnya dalam pembelajaran berbasis digital antara lain (1) Tertinggal dengan sekolah-sekolah lain dalam pembelajaran berbasis digital; (2) Kurang siap mengahadapi era revolusi pendidikan berbasis digital 4.0; (3) Tidak maksimalnya pengetahuan lulusan dalam pembelajaran berbasis digital; (4) Berpengaruh pada penilaian akreditasi sekolah; Menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMP 7 Jayapura

  1. Kekuatan/Strength (Faktor Internal)

Selain factor eksternal, factor internal juga sangat penting diperhatikan oleh sekolah yaitu kekuatan yang dimiliki oleh SMP Negeri 7 Jayapura dalam mendukung  pembelajaran berbasis digital. Berdasarkan hasil pembobotan kelemahan yang sangat penting diperhatikan  dan kelemahan yang saat ini sangat kuat pengaruhnya dalam pembelajaran berbasis digital antara lain (1) Tingginya komitmen kepala sekolah mengembangkan pembelajaran berbasis digital; (2) Tingginya antusias guru menerapkan pembelajaran berbasis digital; T(3) ingginya antusias siswa mengikuti pembelajaran berbasis digital; Tersedianya jaringan internet; (4) Tersedianya Lab Komputer sebagai sarana pendukung pembelajaran berbasis digital: (5) Tersedia dana penunjang pembelajaran berbasis digital

  1. Kelemahan/Waeknesses (Faktor Internal)

Dalam upaya menunjang pembelajaran berbasis digital di SMP Negeri 2 Jayapura maka sekolah harus mengurangi kelemahan-kelemahan baik dari sisi sarana prasarana, guru, siswa dan komite (orang tua). Berdasarkan hasil pembobotan kelemahan yang sangat penting diperhatikan  dan kelemahan yang saat ini sangat kuat pengaruhnya dalam pembelajaran berbasis digital antara lain (1) Kurang memadainya sarana penunjang pembelajaran berbasis digital; (2) Minimnya dana penunjang pembelajaran berbasis digital; (3) Kurangnya partisipasi komite terhadap proses pembelajaran berbasis digital; (4) Kurang maksimalnya kemampuan guru dalam pengembangan pembelajaran berbasis digital; (5) Sebagian besar siswa tidak memiliki sarana penunjang pembelajaran berbasis digital; (6) Tidak tersedia tenaga IT dalam menunjang pembelajaran berbasis digital; (7) Kurangnya kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan pembelajaran berbasis digital.

Strategi Peningkatan Penerapan Pembelajaran Berbasis Karakter Di SMP Negeri2 Jayapura Provinsi Papua

  1. Strategi Competition (Strength – Opportunity)

Strategi ini menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. strategi ini dapat digunakan apabila sekolah berada dalam posisi yang kuat dan banyak peluang yang teridentifikasi. Berdasarkan kekuatan dan peluang yang diliki oleh sekolah maka Strategi (S-O) dalam pembelajaran berbasis digital adalah (1) Tingginya komitmen kepala sekolah, antusias guru serta siswa sejalan dengan era revolsi pendidikan 4.0; (2) dukungan alumni, komite dan pemerintah kampung Yoka dalam menunjang pengembangan pembelajaran berbasis digital.

  1. Strategi mobilization (Strength – Threat)

Strategi ini menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Stretegi ini dipilih apabila sekolah memiliki kekuatan yang cukup, tetapi di luar sana banyak ancaman yang harus dihadapi. Berdasarkan kekuatan yang ada maka strategi yang digunakan untuk mengatasi ancaman antara lain (1) Memaksimalkan sarana prasara berupa jaringan internet yang tersedia untuk menyiapkan peserta didik dan kualitas lulusan memiliki kompetensi berbasis digital dalam era revolusi digital 4.0 sehingga tidak tertinggal dengan sekolah-sekolah lain dalam pembelajaran berbasis digital; (2) sekolah berkolaborasi bersama Komite, alumni dan pemerintah kampung yoka dalam meningkatkan penilaian akreditas sekolah.

  1. Strategi investment/divestment (W-O)

Strategi ini meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. dengan kata lain, sekolah memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kekuatannya. Strategi ini diambil apabila sekolah dalam kondisi yang lemah akan tetapi menghadapi banyak peluang yang tersedia. Dengan peluang yang dimiliki maka strategi yang digunakan untuk mengatasi kelemahan antara lain (1) meaksimal peran komite sekolah dalam penyediaan sarana penunjang (smartphone) bagi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran berbasis digital; (2) Memaksimalkan peran alumni, komite dan Pemerintah Kampung Yoka dalam meyediakan sarana penunjang pembelajaran berbasis digital;

  1. Strategi damage control (W-T)

Strategi ini meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. dalam strategi ini, sekolah harus menekan kelamahan dan ancaman secara bersama-sama. Strategi ini harus digunakan pada saat sekolah menghadapi banyak ancaman dan dalam kondisi yang lemah. Dengan demikian maka strtaegi yang di untuk meminmalkan kelemahan dan menghindari ancaman adalah (1) memaksimalkan sarana penunjang pembelajaran berbasis digital dan tenaga IT untuk meningkatkan kualitas peserta didik untuk dapat berkompetisi dalam di era revolusi pendidikan berbasis digital 4.0.

 

Daftar Pustaka

Akbar, S, Instrumen Perangkat Pembelajaran (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013)

Ardiansyah, Reza, Aloysius Duran Corebima, and Fatchur Rohman, ‘Pengembangan Bahan Ajar Mutasi Genetik Pada Matakuliah Genetika’, Jurnal Pendidikan, 2.2012 (2017), 927–33

Azhar, Arsyad, ‘Media Pembelajaran’ (Jakarta: Rajawali Pers, 2014)

Hidayat, Rahmat, Vitria Ratna Sari, Vide Rawi, and Purnama Ade, ‘Pemanfaatan Sigil Untuk Pembuatan E- E – Book ( Electronic Book ) Dengan Format EPub EPu B’, Teknosi, 03.01 (2017),

1–8 Libus, Isma Ramadhani, and Jaslin Ikhsan, ‘Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Android Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Prestasi Kognitif Peserta Didik SMA’,

Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Volume, 1.2 ( di publish oleh www.jeratpapua.org)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here