KOMNAS HAM TERIMA PENGADUAN PENGANIYAYAAN TIGA REMAJA DI KEEROM

0
35
Bocah Korban Kekerasan Anggota TNI AD di Keerom, foto : nesta/ jeratpapua.org
Bocah Korban Kekerasan Anggota TNI AD di Keerom, foto : nesta/ jeratpapua.org

JERATPAPUA.ORG JAYAPURA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Komnas HAM Perwakilan Papua telah menerima pengaduan, terkait Kasus kekerasan yang diduga dilakukan oknum aparat TNI AD yang  terjadi di Kabupaten Keerom  Papua, terhadap tiga anak dibawah umur yang dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh oknum anggota Kopassus TNI AD. Kasus kekerasan terhadap tiga anak dibawah umur tersebut terjadi di Pos Satgas Kopassus, Jalan Maleo, Kampung Yuwanain Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua Kamis (27/10/2022) sekitar pukul 06.00 WIT.

” Kami sudah terima Laporan pengaduan, besok atau lusa kami kirim Tim ke Keerom” ungkap Komisioner Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey via TLP ,Jumat, (28/5/2022).

Frist Ramandey mengaku bahwa setelah menerima laporan atau pengaduan yang di sampaikan, pihaknya langsung melakukan Komunikasi dengan Pangdam XVII Cenderawasih terkait kasus tersebut .

” Kami juga suda berkordinasi dengan Pangdam terkait laporan itu ” katanya.

Namun belum adanya data detai mengenai kasus tersebut Frist Ramandey enggan menyebutkan secara rinci kasus tersebut .

Bocah  Korban Kekerasan Anggota TNI AD di Keerom, foto : nesta/ jeratpapua.org
Bocah Korban Kekerasan Anggota TNI AD di Keerom, foto : nesta/ jeratpapua.org

Sebelumnya Kasus kekerasan yang diduga dilakukan oknum aparat TNI AD kembali terjadi di Papua. Kali ini tiga anak dibawah umur dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh oknum anggota Kopassus TNI AD. Kasus kekerasan terhadap tiga anak dibawah umur tersebut terjadi di Pos Satgas Kopassus, Jalan Maleo, Kampung Yuwanain Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua Kamis (27/10/2022) sekitar pukul 06.00 WIT.

Informasi penganiayaan tersebut beredar melalui pesan WhatsApp yang didapatkan iNewsSorong.id. Dimana ketiga anak tersebut masing-masing, Rahmat Faisei (14), beralamat di jalan Garuda, Kampung Yunawain , Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Bastian Bate (13) warga Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, dan Laurents Kaung (11) warga Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Kasus penganiayaan tersebut terjadi dipicu atas dugaan pencurian 2 ekor burung Yakob atau burung Kaka Tua Putih di Pos Satgas Kopassus dimana ketiga anak tersebut dituduh sebagai pelaku pencurian.

Ketiga korban tersebut yakni, Rahmat Faisei (14), Bastian Bate (13), dan Laurents Kaung (11) saat ini masih dalam perawatan tim Medis di wilayah itu akibat mengalami sejumlah luka serius

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan pihaknya masih menyelidiki informasi tersebut. Menurutnya kasus tersebut dilaporkan terjadi di  Pos Satgas Damai Cartens, Jalan. Maleo, Kampung Yuwanain Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Lebih lanjut Kapendam mengatakan terkait siapa prajurit TNI-AD pelaku dan penyebab terjadinya kasus penganiayaan terhadap 3 anak dibawah umur masih dalam penyelidikan pihak Pomdam XVII Cenderawasih.

” Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Anggota TNI- AD di pos Satgas Damai Cartens, Jalan. Maleo, Kampung Yuwanain Arso II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis 27 Oktober 2022 sekitar Pukul.23.05 WIT, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Pomdam XVII/Cenderawasih,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman.

Pihak Pomdam XVII/Cenderawasih menurut Kapendam masih terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, dan aparat keamanan lainnya sebagai proses penyelidikan.

Tak hanya itu pihak Kodam Cenderawasih menurut Kapendam telah mengambil langkah-langkah dengan membantu korban atas nama Rahmat Faisei dibawa menuju ke Rumah Sakit Marthen Indey untuk mendapat penanganan medis.

Terkait hal tersebut menurut Kapendam, Pangdam XVII/Cenderawasih sudah memerintahkan Danpomdam XVII/Cenderawasih untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut.(Nesta).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here