Tim Audiensi Sampaikan Briefing Paper TB Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua

0
234
Foto bersama Tim Audiensi Briefing Paper dengan drg.Aloysius Giay,M.Kes selaku  di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (Markus Imbiri/JERAT Papua)

Jayapura,-Jaringan Kerja Rakyat (JERAT) Papua hadir sebagai sebuah lembaga jaringan berbasis masyarakat adat yang bekerja untuk mengadvokasi hak-hak masyarakat adat atas sumber daya alam, hak ekonomi, sosial dan budaya. Serta mendorong masyarakat adat untuk bangkit menjadi masyarakat Papua yang sejahtera. Untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, sangat perlu untuk dukungan aspek hidup yang lain, diantaranya kesehatan.

Kesehatan di Papua dalam ero Otonomi Khusus (Otsus) sejak tahun 2001 hingga saat ini, menjadi polemik tersendiri bagi pemerintahan dan masyarakat. Masalah kesehatan dan pelayanannya sering menjadi persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat yang hidup di Tanah Papua.

Perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi dipandang perlu bersinergi dalam penggunaannya untuk mengurangi masalah-masalah yang terjadi dalam isu kesehatan. Untuk maksud itu maka pada tahun 2015 ini sebagai tindak lanjut dari program SMS Gateway kerjasama dengan KINERJA USAID untuk isu perubahan layanan kesehatan pada Puskesmas Koya Barat, Puskesmas Abepantai dan Puskesmas Tanjung Ria di Kota Jayapura, JERAT Papua memanfaatkan sarana SMS Gateway dan informasi dari media cetak dan elektronik  sebagai bahan dalam melakukan  advokasi dibidang kesehatan.

Foto bersama Tim Audiensi Briefing Paper dengan drg.Aloysius Giay,M.Kes selaku  di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (Markus Imbiri/JERAT Papua)
Foto bersama Tim Audiensi Briefing Paper dengan drg.Aloysius Giay,M.Kes selaku  di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (Alldo /JERAT Papua)

Maka pada tanggal 28 Januari 2016 lalu JERAT Papua bersama MultiStakeholder Forum (MSF) dan Jurnalis Warga Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura membuat briefing paper dan melakukan audiensi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Adapun briefing paper yang disampaikan berjudul “Mari Bersama Menekan Angka Penderita TB di Koya Barat , Distrik Muara Tami, Kota Jayapura”. Isi briefing paper mengenai pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam mengidentifikasi suspect  “Tubercle Bacillus” atau biasa dikenal dengan istilah TB.

drg.Aloysius Giay, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua saat menerima tim audiensi menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan briefing paper yang telah disampaikan kepada dirinya selaku kepala dinas. “Memang benar tentang kesehatan itu hal yang memperihatinkan saya.  Sejak saya menjabat jadi Kepala Puskesmas Koya Barat hal tersebut saya telah rasakan yakni tentang penyakit TB,” ujar Giay

Saat ditanyakan tanggapannya tentang isi briefing paper yang telah dibuat oleh tim. drg.Aloysius Giay,M.Kes memberikan respon positif.“Isinya sudah bagus namun ada hal yang perlu ditambahkan yakni berapa jumlah pasien pada tahun sebelumnya dan sekarang apakah ada peningkatan atau tidak. Lalu untuk rekomendasinya dipilah mana yang untuk Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Lembaga Swadaya Masyarakat dan lainnya” ujar dr.Aloysius Giay,M.Kes.

Tim audiensi saat bertemu drg.Aloysius Giay, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua
Tim audiensi saat bertemu drg.Aloysius Giay, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua

drg.Aloysius Giay pada kesempatan yang sama  menceritakan tentang beberapa terobosan yang telah dilakukanya. “Saat ini telah ada Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) jadi kalau JERAT Papua hendak bekerjasama dibidang kesehatan tentu akan baik sekali, kami terbuka. Karena di UP2KP juga ada LSM yang masuk didalamnya” jelas Giay. Ditambahkannya bahwa pada tahun 2014 lalu telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang (Kijang) yang terdiri dari tenaga medis dan paramedis yang dikontrak. Pada awalnya terdapat sembilan kabupaten yang dijadikan pilot project bagi Satgas Kaki Telanjang, yaitu Pegunungan Bintang Paniai, Deiyai, Tolikara, Mamberamo Tengah, , Intan Jaya Nduga, Yalimo, dan Dogiayai.

Kebijakan lainnya adalah mendorong adanya rumah sakit rujukan pada setiap cluster wilayah adat. Untuk diketahui bahwa di Provinsi Papua terdapat 5 wilayah adat yakni Tabi, Saireri, Ha Anim, La Pago dan Mee Pago. Dan diupayakan disetiap cluster  wilayah adat terdapat rumah sakit rujukan. “Contohnya di RSUD Biak sudah dinaikan statusnya dari rumah sakit tipe C ke tipe B” jelas Giay. Dan diharapkan rumah sakit ini bisa jadi rujukan untuk kabupaten disekitarnya seperti Kabupaten Supiori, Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Nabire.

Kegiatan audiensi riefing paper sendiri mendapatkan tanggapan dari seorang peserta yakni Yana Bisay,  yang juga seorang Jurnalis Warga. Menurutnya dengan adanya audiensi ini maka diharapkan para pengambil kebijakan bisa menerima tim audiensi dan juga menyampaikan briefing paper untuk ditanggapi. “ Paling tidak kitong su ketemu dan sampaikan maksud dan tujuan pertemuan ini. Karena kitong su tunggu dari jam 09.00 WIT dan baru bisa diterima sekitar pukul 16.00 WP. Dan sebagai JW untuk sektor kesehatan adalah tugas kami untuk menyampaikan informasi ini sebagai bagian dari advokasi kesehatan” ujar Yana Bisay dengan penuh senyum. Ditambahkannya bahwa selain penyampaian briefing paper juga ada diskusi lainnya seputar isu kesehatan.

Tim audiensi untuk briefing paper terdiri dari Wirya Supriyadi – JERAT Papua Markus Imbiri – JERAT Papua , Hank Patay – JW Cycloop, Yana Bisay – JW Tifa, Petrolina Kewa – MSF Kota Jayapura, Agustina Apaseray – MSF Kota Jayapura , Aldo Mooy – JW Tifa, Rein Satia – MSF Kota Jayapura. (Wirya Supriyadi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here